Tak Semenarik Diriku



Entahlah berapakah kali angin senja menerpaku dari semua pelosok, tetapi saya cukup banyak juga ingin bergerak ditambah lagi berlalu. Hati yang semakin berasa nyeri, seakan tengah kunikmati untuk peringatan atas kelalaianku pada masa lampau. Meskipun dari fundamen hatiku yang terdalam tetap menampik kenapa dosa itu seolah cuma ditimpakan kepadaku?

"Kelihatannya kita sempat berjumpa?" godanya ramah dengan senyumnya yang ramah. Di sampingnya seorang wanita yang kutahu ia ialah isterinya.
Mulai sejak itu, dia tetap mengirim sinyal-sinyal sama bujukan. Dahulu. Dahulu sekali, kurang lebih lima tahun lalu, di universitas dia kadang-kadang merayuku, atau persisnya, rekan-rekan menjodoh-jodohkan kami. Seperti umumnya, dia cuma tersenyum. Senyum yang lalu kumaknai, tidak selamanya dia dapat tersenyum bila didjodoh-jodohkan dengan wanita. Gesturnya nampak dengan jelas bila dia menampik. Karena itu, ketika dia tersenyum-senyum waktu dijodoh-jodohkan denganku, hatiku juga berbunga-bunga ceria, meskipun sesaat, sebab dia beralih jurusan selekasnya sesudah satu minggu jalani kuliah di kelasku. Mulai sejak itu, kami tidak sempat berjumpa, diperburuk dengan desas-desus jika dia sudah beristeri sesudah lulus SMA, saya juga coba melupakannya.

Waktuku terserap dengan pekerjaan di universitas. Segala hal mengenai dianya juga terlewatkan seperti kapas yang terbelah selanjutnya didalamnya berhamburan tidak pasti arah, serta ke semua arah. Sebab dari satu arah, saya berjumpa seorang yang perhatiannya susah kulupakan. Karena itu, kami juga dikukuhkan untuk dua insan yang tengah kekasihan.

Sesudah waktu kuliah selesai, kami juga tidak lagi sempat berjumpa. Serta saya juga menikah dengan kekasihku. Demikian cepat waktu berlalu, tiba-tiba Tuhan sudah menitipkan dua anak yang lucu-lucu sebagia penyalur perasaan keibuanku.

Betul-betul untuk penyalur perasaan keibuanku, sebab satu serta lain permasalahan, kata orang sebab hal tersebut menyentuh harga diri lelaki, sedang kataku, dia sudah selingkuh. Titik. Dia sedih sebab seringkali ditegur orangtuaku saat kami masih serumah. Saya juga yang sudah terlebih dulu kerja dalam suatu perusahaan yang bertambah terkenal dari tempatnya kerja dengan upah yang semakin besar tentu saja, belum terpikir menyisihkan uang untuk angsuran rumah.

Bila mendadak ada atap bocor, walau sebenarnya ayah tidak sedang ada di dalam rumah, selanjutnya mengharap menantunyalah yang mengatasi hal tersebut, apa itu suatu hal yang keliru? Namun, suamiku berasa tidak nyaman, ditambah lagi style hidupku yang menurut dia begitu eksklusif meskipun sudah mempunyai pekerjaan masih.

Dia mendadak kekasihan dengan rekan kerjanya. Benar-benar menginggung perasaanku kukira. Beberapa waktu serta seringkali saya bercermin. Begitu cantiknya saya dibanding dengan wanita yang sekarang tengah dengannya, serta dia siap menceraikanku tanpa ada sedikitpun ingat pada buah cintanya.

Dengan beberapa anak bersamaku, rumah angsuran juga telah kutempati, karena itu resmilah saya memiliki gelar janda. Gelar yang sebenarnya tidak nyaman, sebab golongan lelaki terasakan melemparkan gurauan-gurauan bersuara penawar susah hati atau sebatas sepi. Lelucon yang menyulut risih serta risau makin bertambah dengan jengkel yang mengaduk-aduk ketenangan.

Kembali lagi saya ingat begitu tega dianya wafatkanku lantas bersanding dengan wanita buruk itu. Seakan menghinaku jika wanita buruk yang sekarang dengannya semakin dapat membuat batinnya nyaman daripadaku yang menyukai berdandan. Ah, perduli sangat. Berdandan ialah hakku, ialah hobyku. Bila dia tidak senang lantas bertambah pilih pergi dariku tanpa ada sedikitpun ingat pada benih yang sempat dimasukkan di rahimku, yang sekarang hidup tergantung cuma kepadaku untuk orantua tunggal, saya juga tidak pikirkannya pada akhirnya.

"Kamu masih terlihat cantik meskipun telah mempunyai beberapa anak," mendadak saya berjumpa lagi dengannya senja itu, ketika kami berpapasan dari pertokoan. Dia berdua dengan isteri serta ke-3 anaknya, saya juga bertiga dengan ke-2 anakku.


 

Postingan populer dari blog ini

For instance, if the infection eliminates 190,000 individuals, 1.7

Exactly just what occurred towards the AstraZeneca injection? Currently unusual in abundant nations, it is still conserving lifestyles worldwide

urge the wealthiest Americans towards hand out even more