Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Ku Buka Ulang Kulkas Kosongku

Gambar
Minggu ke-2 kulon biarlah mulai berasa beban di pemikiran, ya... tentunya nugas, kumpulin pekerjaan, and next welcome to new pekerjaan. Ya demikianlah sama seperti yang kita tahu universitas KKNI tuch repot, kaya pekerjaan, seperti kayanya Indonesia akan Jomblo, huft.. ngehina diri kita mwhehhe. Ini bukanlah lagi masalah deskripsi beban pekerjaan seperti pekan kemarin yang masih tetap pembagian kontrak kuliah dengan cara virtual. Masih dapat tiduran nontonin tiktok yang saat ini sudah seperti bioskop serta banyak recomended filmnya hingga bukan pekerjaan saja nanti yang akan menumpuk. Tonton youtube yang sudah lama terserang beberapa aktris. Scrol Instagram sampai nemu quotes baik untuk jadiin insta story serta watshapp, ya terlihat sich akunya jomblo kwkwkwkw. Memahami Makna Taruhan Bola 1×2 Tetapi satu perihal yang ingin saya sampein ke kalian gaess saya tidak membuka FB benar-benar, saya anti, semua beralih sejak orang-tua menggempur. Saya sedikit gaul, FB hanya buat orang loyo, so ...

'Mulai dari Nol ya kak'

Gambar
Seringkali kita temui kalimat ini di pom bensin, kan? Pas malam hari ini gw lagi kerjain skripsi atau pekerjaan akhir yang kita mengenal dengan scriptsweet. Sebab perlu selingan, gw membuka instagram pribadi. Mendadak ada posting photo teman gw satu fakultas sekaligus juga geng main tetapi cuma teman gw yang sedang proses untuk lulus sedang yang yang lain sudah pada lulus. Turut susah karena relate jg dengan gw yang saling lagi proses untuk lulus. Kawan-kawan satu wilayah mereka sudah lulus serta kerja. Sesaat gw sedang fighting untuk mengakhiri tanggung jawab ini. Memahami Makna Taruhan Bola 1×2 Beberapa waktu selanjutnya teringatlah satu hal yang gw untuk jadikan renungan. Jika sering kita lihat apakah yang ada dipucuk seseorang, apakah yang teman kita telah peroleh serta terlarut dalam duka cita sementara kini. Tetapi kita seringkali lupa untuk lihat ke bawah, bukan bermakna rendah diri. Tetapi lihat dari titik 0 kita berusaha sampai dapat di step saat ini. Bagi beberapa mahasiswa, ...

Tak Semenarik Diriku

Gambar
Entahlah berapakah kali angin senja menerpaku dari semua pelosok, tetapi saya cukup banyak juga ingin bergerak ditambah lagi berlalu. Hati yang semakin berasa nyeri, seakan tengah kunikmati untuk peringatan atas kelalaianku pada masa lampau. Meskipun dari fundamen hatiku yang terdalam tetap menampik kenapa dosa itu seolah cuma ditimpakan kepadaku? "Kelihatannya kita sempat berjumpa?" godanya ramah dengan senyumnya yang ramah. Di sampingnya seorang wanita yang kutahu ia ialah isterinya. Memahami Makna Taruhan Bola 1×2 Mulai sejak itu, dia tetap mengirim sinyal-sinyal sama bujukan. Dahulu. Dahulu sekali, kurang lebih lima tahun lalu, di universitas dia kadang-kadang merayuku, atau persisnya, rekan-rekan menjodoh-jodohkan kami. Seperti umumnya, dia cuma tersenyum. Senyum yang lalu kumaknai, tidak selamanya dia dapat tersenyum bila didjodoh-jodohkan dengan wanita. Gesturnya nampak dengan jelas bila dia menampik. Karena itu, ketika dia tersenyum-senyum waktu dijodoh-jodohkan denga...

Tumbal [13] Halaman Tiga Belas

Gambar
Tumbal [13] halaman tiga belas Apa harus semua bukti dihapus? Atau mungkin diingat serta tanpa ada dicari kebemarannya? Memahami Makna Taruhan Bola 1×2 Tulisan bapak menanyakan mengenai arti cintanya pada negeri ini yang berbalutkan kangen serta sakit hati pada fakta hidupnya. "Halaman tiga belas merasa susah tanpa ada beberapa kata cuma gambar diri seolah meraih tangan serta derai air matanya" kakak coba menerangkan padaku mengenai arti gambar hujan serta lambain tangan dibuku itu. Saya diam coba jam serta waktu saya sincronkan jika jadi bapak waktu itu. "Semua gelap saat satu syak wasangka mendekatiku lama magang dikantor kecamatan tidak bisa diangkat sebab tidak bersih diri" ini tulisan bapak kak masih dihalaman ini" saya baca sedikit keras hingga kakak dengar . Saya menulis tidak untuk cari siapa salah atau siapa betul tapi saya masih percaya jika beberapa orang kiri yang ingin mengubah ideologi itu ialah penghianat bangsa ini tapi saya percaya beberapa kor...

Pintu Para Pembohong

Gambar
Lelaki gemuk yang tiba menegur saya di bawah teduh pohon beringin universitas namanya Pak Gendut. Paraban, panggilan lelaki itu tidak mengambil alih perhatian saya dibandingkan umurnya serta semangatnya. Umurnya yang bertambah muda dari pohon beringin universitas tetapi bertambah tua dari sepedanya tidak meloyokan semangatnya tawarkan barang dagangangannya. Memahami Makna Taruhan Bola 1×2 Sekalian bawa seputar sepuluh buku di keranjang sepedanya, bodoamat siang bolong, dia mendekati sebagian orang di seputar UIN Sunan Kalijaga pada Rabu, 09 September 2020. Berdasar penuturannya, covid-19 sudah memukul mundur beberapa mahasiswa pulang ke kampung halaman. Pak Gendut yang mempunyai kos-kosan yang simpel -- empat juta rupiah pertahun sewanya di seputar rel kereta Ngentak Sapen. Dia sangat terpaksa jual beberapa buku koleksi bapaknya yang dahulu sempat kuliah di IAIN sebab semasa hampir 1/2 tahun tidak ada penghasilan. "Semenjak tempo hari perut saya belum terisi nasi mas. Kos-kosan sa...